Dunia Mengenal Dia Sebagai "The Smiling General"


Berita Terkini ~  Soeharto lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921, dari pasangan suami-istri petani, Sukirah dan Kertosudiro.
Seiring perjalanan hidupnya, Soeharto sudah bercita-cita menjadi anggota militer, dan akhirnya pada 5 Oktober 1945 –setelah Indonesia merdeka– ia dapat mencapainya. Soeharto tercatat pernah menjabat pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, hingga masa Indonesia merdeka dengan pangkat terakhir mayor jenderal .

Lalu pada 27 Desember 1947, Soeharto resmi menikahi seorang gadis cantik bernama Siti Hartinah atau Ibu Tien yang merupakan anak seorang Mangkunegaran. Ketika itu Soeharto berusia 26 tahun, sedangkan Ibu Tien 24 tahun.
Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai enam anak, yakni Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra, dan Siti Hutami Endang Adiningsih. Kembali ke dunia militer dan perpolitikan, Soeharto sangat dikenal publik mancanegara.

Di dunia internasional, terutama negara-negara Barat, Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer "The Smiling General" (Sang Jenderal yang Tersenyum) karena raut wajahnya yang sangat bersahabat. Selain itu, selama 32 tahun memimpin Tanah Air, ia diketahui banyak memberikan perubahan melalui pembangunan di bidang ekonomi dan infrastruktur.

Berdasarkan hal tersebut pulalah Soeharto juga dijuluki “Bapak Pembangunan”. Soeharto menjadi presiden menggantikan Ir Soekarno yang menandatangani Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966 berisi penunjukan Letnan Jenderal Soeharto mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan.

Kepemimpinan Presiden Soeharto dikenal dengan masa Orde Baru, sebab kebijakan politik di dalam dan luar negeri diubahnya. Salah satu contohnya adalah Indonesia yang kembali menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 28 September 1966 setelah sempat keluar pada masa Presiden Soekarno.

Seiring puluhan tahun perjalanan politik Soeharto yang sangat memimpin Indonesia, akhirnya pada 1998 ia dilengserkan. Melalui aksi besar-besaran reformasi yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa, Soeharto pun bersedia mengundurkan diri, dan digantikan wakilnya, BJ Habibie.

Hal itu ditandai pada 21 Mei 1998, pukul 09.05 WIB, ketika Pak Harto membacakan pidato 'pernyataan berhenti sebagai Presiden RI' setelah runtuhnya dukungan untuk dirinya. Sebelum Soeharto mundur, Indonesia mengalami krisis politik dan ekonomi selama 12 bulan.

BJ Habibie melanjutkan setidaknya satu tahun dari sisa masa kepresidenan Soeharto sebelum kemudian digantikan Abdurrahman Wahid pada 1999. Setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, Soeharto pun diterpa banyak masalah, seperti tuntutan karena diduga melakukan korupsi selama menjabat sebagai pemimpin.

Namun, usaha untuk mengadili Soeharto gagal akibat kesehatannya yang memburuk. Setelah menderita sakit berkepanjangan, di usia 87 tahun. Dia meninggal dunia di Jakarta pada 27 Januari 2008, karena kegagalan multifungsi organ tubuhnya.

Pak Harto pun dimakamkan pada Senin 28 Januari 2008, pukul 12.15 WIB, di Kompleks Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Prosesi pemakaman Soeharto ini dilakukan dengan upacara kemiliteran yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lalu saat ini, Sang Jenderal yang Tersenyum itu telah lebih dulu pergi meninggalkan Indonesia, tapi jasa-jasanya dalam pembangunan akan selalu dirasakan.


MENANGKAN RATUSAN RIBU SAMPAI JUTAAN RUPIAH
HANYA DENGAN MODAL 20RB SAJA!!!
KLIK DI SINI


Share on Google Plus

About Belinda Admin

BeritaMataIndonesia.Com - Berita Terakurat dan Terupdate dalam INDONESIA
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar