Hotel Bintang 5 Andalkan Menu Nusantara untuk Buka Puasa


Berita Terpercaya - Kegiatan buka puasa bersama di restoran premium atau hotel berbintang biasanya menawarkan sensasi lain, seperti menu ataupun nuansa ala Timur Tengah.

Dapat menyantap makanan khas negara Timur Tengah seakan menjadi cara cepat untuk merasakan berbuka puasa seperti masyarakat jazirah Arab.
Meski begitu, ternyata tidak semua tamu hotel berbintang mencari pengalaman kuliner ala Timur Tengah pada saat berpuasa. Dalam deretan makanan dunia yang ditawarkan restoran di hotel, menu kuliner Nusantara ternyata malah lebih banyak peminatnya.

"Sepengalaman saya, menu yang tidak pernah diminta pelanggan itu justru dari Timur Tengah," kata Director of Marketing Communication Ritz-Carlton Mega Kuningan, Adeza Hamzah, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, belum lama ini.

"Saat Ramadan sebelumnya, ketika ada promosi khusus atau tema internasional, justru ramainya di seksi makanan Indonesia."

Karenanya, meski mempunyai standar internasional, hotel yang berpusat di Maryland, Amerika Serikat, ini lebih menawarkan sajian kuliner Nusantara.

Selain pertimbangan popularitas, Adeza juga mengakui bahwa biaya produksi untuk pemasaran masakan Indonesia juga lebih murah dibandingkan dengan menyiapkan tema menu internasional.

Dengan diangkatnya masakan Indonesia sebagai tema utama dalam pemasaran restoran hotel tersebut, hampir seluruh buffet makanan kini berisi masakan Indonesia.

Beberapa masakan yang ditawarkan dengan rasa spesial di antaranta martabak, rendang, cwie mie Malang, roti jala dan kari, kambing guling, nasi kebuli, pempek Palembang, soto Padang, dan opor ayam.

Selain itu, menu pembuka puasa atau takjil khas Ramadan seperti kolak tetap tersedia. Namun tentu saja, pecinta makanan internasional seperti sushi atau salad tetap bisa mendapatkan menu tersebut.
"Tren jumlah pengunjung ramainya di pekan kedua dan ketiga Ramadan," ujar Adeza.

Menurut Adeza, pada pekan pertama, kebanyakan orang masih ingin berbuka puasa bersama keluarga di rumah. Sehingga, banyak yang pulang kantor lebih cepat untuk berbuka di rumah.

Sedangkan di pekan kedua dan ketiga, mulai banyak tawaran buka bersama dengan kolega, teman, ataupun acara perusahaan. Di momen ini pengunjung, diakui Adeza, bisa membludak.

Adapun, tren pengunjung menurun di pekan terakhir alasannya karena masyarakat mulai sibuk mempersiapkan lebaran.

Perbedaan tren itu juga yang menyebabkan harga paket berbeda. Bila di pekan pertama dan keempat harga paket ditawarkan mulai dari Rp338 ribu, sedangkan di pekan kedua dan ketiga harga dipatok mulai dari Rp398 ribu.

Share on Google Plus

About Belinda Admin

BeritaMataIndonesia.Com - Berita Terakurat dan Terupdate dalam INDONESIA
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar