10 WNI yang disandera Sudah Pulang

Kabar tentang dibebaskannya 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina sudah terbaca pada Minggu siang, 1 Mei 2016. Seperti dilansir laman The Star, Kepala Polisi Sulu Superintenden Wilfredo Cayat mengonfirmasi kebebasan itu, namun belum bisa memberikan detail.

"Kami telah diinformasikan oleh seseorang tak dikenal bahwa Abu Sayyaf telah membebaskan 10 WNI di depan rumah Gubernur Sulu, Abusakur Toto Tan," kata Cayat.
"Mereka telah dibawa ke dalam rumah dan diberi makan. Gubernur Tan lantas menelpon saya kalau 10 WNI itu telah dibebaskan. Kami kini mempersiapkan membawa ke 10 orang itu ke Zamboanga dan menyerahkan kepada kantor Konsulat RI," lanjut Cayat.


http://www.mentari88poker.com/

Sumber Kepolisian Filipina juga mengatakan pihak perusahaan pemilik armada di mana para sandera bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) telah memberikan sejumlah uang tebusan seperti yang diminta Abu Sayyaf.

"Mereka harusnya dibebaskan pada Jumat atau Sabtu kemarin di kota Luuk, namun rupanya baru hari ini," kata sumber itu kepada Inquirer.

Kabar ini pun seolah mendapatkan kepastian ketika Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bergegas memasuki Istana Bogor untuk menghadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Minggu petang.

"Untuk mendapatkan informasi pembebasan 10 ABK WNI, sore ini Ibu Menlu akan melaporkan kepada Presiden di Istana Kepresidenan Bogor," ujar Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan Bey Machmudin.


http://www.mentari88poker.com/

Benar saja, dalam keterangan pers di Istana Bogor petang itu, Jokowi memastikan bahwa 10 ABK WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf itu sudah dibebaskan dan dalam kondisi baik.

 "Akhirnya 10 ABK WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata sejak 26 Maret 2016 yang lalu saat ini telah dapat dibebaskan. 10 WNI warga negara kita tersebut dalam keadaan baik dan akan segera dipulangkan ke Indonesia," ujar Jokowi.

Tak lupa Presiden mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu pembebasan 10 WNI tersebut. Dia mengatakan, banyak pihak yang terlibat membantu pembebasan ini.

"Oleh karena itu saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, seluruh anak bangsa yang telah membantu proses upaya pembebaaan ini, baik yang formal maupun yang informal," ucap Jokowi.


http://www.mentari88poker.com/

 Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang turut mendampingi Jokowi menyambut baik pembebasan itu. "Presiden Jokowi mengutamakan keselamatan para sandera. Itu adalah kata kunci," kata dia.

Gatot menambahkan, pembebasan 10 WNI tersebut sukses berkat adanya diplomasi total, baik formal maupun informal. "TNI Melakukan operasi di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri. Yaitu operasi intelijen," ujar dia.

Mayjen TNI Purn Kivlan Zen yang bertindak selaku negosiator dalam upaya pembebasan itu juga menegaskan hal senada. "Perusahaan tidak mengeluarkan sepersen pun. Tak ada uang. Ini murni negosiasi," kata Kivlan Zen, Minggu malam.

Hal serupa juga disampaikan Menlu Retno Marsudi. "Upaya pembebasan melibatkan banyak pihak. Termasuk upaya diplomasi total yang tidak hanya melibatkan government to goverment tapi juga jaringan-jaringan informal," kata Retno.

Demikian pula dengan kemungkinan adanya pembayaran uang tebusan, Retno membantahnya. "Tidak ada pembayaran uang tebusan kepada Abu Sayyaf. Banyak pihak terlibat," kata Retno di Kemlu Jakarta, Senin siang.
Namun, pernyataan soal ada tidaknya tebusan ini berbuntut panjang setelah 10 sandera tiba di Tanah Air.

http://www.mentari88poker.com/


NARA SUMBER : 24BERITACOM

BUTUH PERPUTARAN DANA?? KLIK DISINI


Share on Google Plus

About Belinda Admin

BeritaMataIndonesia.Com - Berita Terakurat dan Terupdate dalam INDONESIA
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar