Tentara Filipina Tanpa Kepala

Video yang diunggah ReXtor Tv di situs berbagi video YouTube mengegerkan netizen.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu militer Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf terlibat baku tembak selama sembilan jam di kawasan Basilan, Filipina Selatan.

http://www.mentari88poker.com/


Dalam baku tembak tersebut, 18 prajurit Filipina tewas, empat di antaranya dalam kondisi terpenggal.
Dalam video berjudul “ Pasukan Khusus Angkatan Darat Filipina disergap Abu Sayyaf dipenggal kepalanya di Lantawan” itu terlihat beberapa tentara Filipina yang tewas dikumpulkan pada satu tempat dan ditutupi daun pisang.

Simak vidio di bawah ini :



Diantara jenazah-jenazah itu ada yang mayatnya tidak utuh dimana, kepalanya seperti dipenggal.
Beberapa tentara yang selamat juga terlihat menekan dada tentara yang tewas seolah ingin berusaha menyelamatkan temannya.
Tak sampai disitu, beberapa tentara tak mampu menutupi kesedihannya, mereka nampak menangis menatap jenazah yang terbaring kaku itu.

 Penggal Sandera
Abu Sayyaf memberikan batas waktu penyerahan uang tebusan sebesar 300 juta peso atau senilai Rp 85,8 miliar untuk sandera John Ridsdel pada Senin (25/4/2016) lalu.
Namun, pihak keluarga Ridsdel hanya mampu menyiapkan dana senilai Rp 15 miliar.
Ridsdel pun dipenggal pada hari terakhir penyerahan uang tebusan.
Sehari setelah korban Ridsdel dieksekusi, tubuh warga negara Kanada itu ditemukan di Distrik Bayug, Talipao, Provinsi Sulu, Filipina, sekitar pukul 08.00 waktu setempat, Rabu (27/4/2016).
Lokasi penemuan tubuh korban tak begitu jauh dari tempat pembuangan kepala Ridsdel di Kota Jolo, ibukota Provinsi Sulu, Senin (25/4/2016) lalu.
Tubuh korban kemudian diserahkan kepada Batalyon Marinir Filipina di kawasan itu, setelah ditemukan seorang pria dari kalangan sipil.
"Kepolisian Filipina dan militer tengah melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap jenazah itu apakah betul merupakan tubuh John Ridsdel," ujar Mayor Filemon Tan Jr, Juru Bicara Komando Mindanao Selatan, Angkatan Bersenjata Filipina, Rabu.
Wisatawan asal Kanada itu dieksekusi dengan cara dipenggal setelah batas waktu pembayaran uang tebusan terlampaui. Kelompok Abu Sayyaf minta tebusan 300 juta peso bagi pembebasan Ridsdel.

Menurut surat kabar Filipina, uang tebusan untuk John Ridsdel, sempat hendak dibayar. Seorang sumber surat kabar Inquirer mengatakan tebusan sudah diupayakan oleh rekan dan keluarga Ridsdel, namun jumlahnya jauh dari yang diminta penyandera.
Uang Rp 15 miliar sudah terkumpul dan ditawarkan pada kelompok Abu Sayyaf pada hari Ridsdel dipenggal. Para penyandera minta tebusan Rp 85,8 miliar




http://www.mentari88poker.com/


Nara Sumber : 24Berita.Com

Butuh Dana Tambahan?? KLIK DISINI
Share on Google Plus

About Belinda Admin

BeritaMataIndonesia.Com - Berita Terakurat dan Terupdate dalam INDONESIA
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar