Didakwa Korupsi, Staf Bank BNI Gantung Diri

Darul Azli (48), terdakwa kasus korupsi kredit fiktif ditemukan tewas gantung diri di kamar tidur kediamannya, Komplek Perumahan Griya Universitas Negeri Medan Jalan Pelajar Timur Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai Rabu (20/4/2016).
Diduga, terdakwa kasus korupsi ini nekat menghabisi nyawanya lantaran depresi.
Penemuan tewasnya staf Bank BNI Cabang Medan ini, pertama kali diketahui oleh pembantu korban yang hendak membersihkan rumah sekira pukul 08.00 WIB.


  

Namun, saat hendak masuk ke dalam kamar, sontak pembantunya terkejut ketika melihat sang majikan tewas tergantung dengan menggunakan kain gorden yang terikat di bagian atap kamarnya.
Pembantu korban berteriak minta tolong hingga mengundang perhatian warga setempat. Warga pun langsung berdatangan ke lokasi.
‪”Kami tahunya waktu ketika mendengar ada teriakan dari dalam rumah. Pas kami cek, rupanya pak Darul sudah tewas gantung diri dengan leher terlilit kain gorden,” ujar Toni (33) salah seorang warga setempat.
Warga kemudian langsung membantu mengevakuasi jenazah korban. Tak lama berselang, warga kemudian menghubungi pihak Polsek Medan Area untuk melakukan evakuasi.
Setiba di lokasi personel Polsek Medan Area bersama Tim Identifikasi Polresta Medan langsung mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Permata Bunda.
‪”Jasad korban sudah dibawa ke RS Permata Bunda. Dalam kematian korban tidak ada tanda-tanda kekerasan” ujar Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.‬
‪Diungkapkannya, penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena mengalami depresi atas kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjeratnya.
“Jenazah sudah bersama keluarganya. Rencananya korban akan dibawa ke Kota Padang, Sumatera Barat, untuk dimakamkan. Diperkirakan korban mengakhiri hidupnya sekitar pukul 2 pagi,” tukas mantan Kapolres Mandailing Natal ini.
Diketahui, Darul Azli merupakan satu diantara tiga staf BNI Cabang Medan yang terjerat atas kasus korupsi kredit fiktif Rp 117,5 milliar, di pengadilan Tipikor Medan.
Korban juga sudah divonis hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 1 bulan kurungan.
Setelah mengajukan banding, hukuman Darul ditambah oleh majelis hakim PN Medan menjadi 4 tahun kurungan penjara dan denda sebanyak Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Bahkan, Kasasi yang dilakukan Darul ditolak oleh Mahkamah Agung.

http://www.mentari88poker.com/

 Nara Sumber : 24Berita.Com

Butuh Dana Tamabahan??KLIK DI SINI
Share on Google Plus

About Belinda Admin

BeritaMataIndonesia.Com - Berita Terakurat dan Terupdate dalam INDONESIA
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar